Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 30 Januari 2013

LAYANAN YANG DISEDIAKAN OLEH BB-PASCAPANEN


Konsultasi
BB-Pascapanen dalam menjalankan fungsinya sebagai mitra dalam usaha bidang pertanian bersedia memberikan layanan konsultasi bidang teknologi pascapanen, terutama yang menyangkut teknik operasional, analisis kelayakan usaha, analisis mutu dan lain-lain yang sangat diperlukan dalam pengembangan sebuah usaha. Sejalan dengan hal tersebut BB-Pascapanen mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama berperan serta untuk mendukung pembangunan bidang pertanian dengan melibatkan kami sebagai institusi penelitian yang senantiasa melakukan inovasi teknologi khususnya bidang pascapanen.
Informasi
Sejalan dengan berkembangnya fungsi informasi sebagai sarana untuk ekspansi usaha dan tidak lagi hanya sebagai pelengkap dalam usaha, maka BB-Pascapanen memandang perlu untuk menjadikan dirinya sebagai Pusat Informasi Teknologi bidang pascapanen pertanian. Sehubungan dengan hal tersebut, kami sebagai institusi bidang penelitian siap untuk memberikan layanan informasi yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan usaha ataupun dalam pengembangan ilmu pengetahuan itu sendiri.
Jasa Analisis Laboratorium
BB-Pascapanen infrastrukturnya dilengkapi dengan laboratorium dan teknisi yang terdidik dan terlatih yang siap memberikan pelayanan analisis seperti :
a.Proksimat
- Karbohidrat- Kadar abu
- Protein- Kadar air
- Lemak
b.Serat makanan dan Serat Kasar
c.Vitamin
d.Logam berat (Pb, Hg, Sn, As, Cd)
e.Mineral dan Logam (Ca, Na, K, P, Mg, Mn, Fe, Zn, Cu, Se, I, Cl)
f.Mutu minyak (asam lemak, BJ, indeks bias, bil. asam, bil. iod,  bil. peroksida, bil. penyabunan)
g.Mutu tepung (amilosa, pati, kekentalan, total asam)
h.Asam amino
i.Viskositas cairan
j.Warna dan derajat putih
k.Asam organik
l.Aktifitas enzim (amilase dan protease)
m.Alkohol
n.Pengawet
o.Pemanis

BB-Pascapanen memiliki fasilitas, diantaranya:
  • HPLC (High Performance Chromatography)
  • GC (Gas Chromatography)
  • Freeze dryer
  • Spray dryer
  • AAS (Atomic Absorpsion Spectrophotometer)
  • Chromameter
  • Spectrophotometer UV-Vis
  • Amilograph Brabender
  • Eveporator
  • Destilasi Fraksinasi
  • Rheometer
  • Micromiller
  • Oven Vacuum
  • Shaker incubator
  • TLC (Thin Layer Chromatography) Scanner
  • Sentifuse

Magang & Pelatihan
Pelayanan lain yang bisa diberikan oleh BB-Pascapanen adalah berupa layanan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan SDM baik untuk mahasiswa , karyawan dan praktisi.
Beberapa kegiatan pelatihan yang pernah dilaksanakan oleh BB-Pascapanen dapat dilihat pada tabel berikut :
No
Judul Pelatihan/Waktu
Institusi
Peserta
1.
Pengolahan Pala Jumat, 31 Juli 2009Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kab. BogorPengrajin manisan pala (30 orang)
2.
Produksi Tepung Singkong dan Ubi Jalar Sabtu-Minggu, 25-26 Juli 2009TRUBUSWiraswasta, Dinas/ Pemda (30 orang)
3.
Teknologi Pengolahan Ubikayu 13 Agustus 2008Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kota PekanbaruPenyuluh dan pengrajin rumah tangga (25 orang)
4.
Produksi Tepung Singkong dan Gula Cair Sabtu-Minggu, 15-16 Agt 2009TRUBUSWiraswasta, Dinas/ Pemda (41 orang)
5.
Produksi Tepung Singkong dan Pemanfaatannya serta Pemanfaatan labu kuning sebagai bahan pangan lokal. Selasa-Rabu, 6-7 Oktober 2009.Kantor Ketahanan Pangan Tanah lautIndustri rumah tangga (17 orang)
6.
Teknologi pengolahan pisang, yoghurt, jambu merah dan lain-lain Rabu-Kamis 21–22 Okt 2009Badan Pemberdayaan Perempuan Kab. BogorIndustri rumah tangga (30 orang)
7.
Produksi Tepung Singkong dan Gula Cair Sabtu-Minggu, 24-25 Okt 2009TRUBUSPengusaha/Wiraswasta, Pemda (34 orang)
8.
Produksi Tepung Singkong, nata de kasava dan Gula Cair Sabtu-Minggu, 31Okt-1 Nov 2009TRUBUSPengusaha/Wiraswasta, Pemda (15 orang)
9.
Magang ekstraksi dan enkapsulasi bahan alamiSwastaWiraswasta (2 orang)
10.
Magang Produksi Tepung Kasava-Bimo Nov 2009PT United Pangan NusantaraCalon Mitra 5 orang
11.
Magang pembuatan cornet beef November 2009Dinas Perternakan dan Perkebunan PapuaPegawai Dinas 2 orang
12.
Magang pengolahan tepung kasava, pengolahan rambutan dan mangga 3 Desember 2009Dinas Pertanian Propinsi Sumatera UtaraPegawai Dinas 2 orang
13.
Pelatihan pembuatan tepung kasava, sagu, mi, juice mangga dan pasta/saos cabe 16 Desember 2009Badan Ketahanan Pangan BengkalisBKP, PKK Kabupaten 20 orang
14.Presentasi Teknologi Pengolahan Tepung dan Mi bahan baku pangan lokalBadan Ketahanan Pangan dan Tim Penggerak PKK PusatRakornas Tim Penggerak PKK (±200 orang) dari seluruh provinsi
15.Presentasi Teknologi Pengolahan Tepung bahan baku pangan lokal 17-18 November 2009Tim Penggerak PKK Provinsi NTTRakorda Prov NTT,12 Kab/Kota (±100 orang), Pokja Ketahanan Pangan
16.Pelatihan Teknologi Pengolahan Tepung Kasava dan Mi 18-19 November 2009Kantor Ketahanan Pangan dan PKK NTBKelompok Tani Wanita, PKK, Pokja Ketahanan Pangan
17Pelatihan Teknologi Pengolahan Tepung Ubijalar, Sukun, Labu KuningBadan Ketahanan Pangan Sumutera UtaraPejabat Dinas, Pokja Ketahanan Pangan
18.Pelatihan Teknologi Pengolahan Tepung Kasava dan Labu Kuning serta OlahannyaKantor Ketahanan Pangan Kabupaten Tanah LautIndustri Rumah Tangga, Anggota PKK


baca selengkapnya

PENGEMBANGAN PRODUK BARU "NANO TEKNOLOGI" BADAN LITBANG PERTANIAN


(catatan Roundtable Discussion dengan masyarakat nano di Indonesia di IPB International Convention Center)

Keberadaan nanoteknologi memicu pengembangan produk baru dan aplikasi yang luas dalam berbagai sektor. Nanoteknologi telah melahirkan gelombang revolusi industri dan pengembangannya telah membuka pasar industri bernilai multimilyar dolar dan diperkirakan mencapai US$ 1 trilyun pada tahun 2015 dengan serapan 2 juta pekerja nanoteknologi.

Nanoteknologi diyakini sebagai sebuah konsep teknologi yang akan melahirkan revolusi industri baru di abad ke-21. Beberapa cabang ilmu terapan dan medis mengadopsi nanoteknologi dan nanosains menjadi fondasi utamanya," kata Nurul Taufiqu Rochman Ketua Masyarakat Nanoteknologi Indonesia (MNI). Oleh karenanya, berbagai negara di dunia, terutama negara-negara maju, berusaha keras melakukan berbagai strategi penguasaan dan pengembangan nanoteknologi. Strategi pengembangan nanoteknologi pada masing-masing negara tersebut, umumnya mengacu pada kompetensi negaranya.
Sebagai langkah strategis menyongsong era nano teknologi, Badan Litbang Pertanian menyelenggarakan roundtable discussion dengan Masyarakat Nano Indonesia di IPB International Convention Center, Bogor, 5 Mei 2011 pukul 19.00 – 22.00 dalam rangka pengembangan nanoteknologi untuk pangan dan pertanian di Badan Litbang Pertanian. Acara tersebut diisi dengan serangkaian diskusi dan tanya jawab yang melibatkan para pakar, peneliti dan pejabat struktural lainnya.
Diskusi dihadiri oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono dan diikuti oleh Kepala UK/UPT Lingkup Badan Litbang Pertanian dan beberapa peneliti/calon peneliti bidang nanoteknologi. Ketua Masyarakat Nano Indonesia Dr. Nurul Taufiqu Rochman hadir bersama     Ketua Divisi Nano Farmasi dan Kesehatan MNI, Dr. Etik Mardliyati dan beberapa koordinator harian MNI. Mengawali acara, Kepala BB-Pascapanen Ir. Rudy Tjahjohutomo, MT menyampaikan pengantar mengenai rencana pembangunan laboratorium nano untuk pangan dan pertanian serta pengiriman peneliti BB-Pascapanen untuk mengikuti training nanoteknologi yang diselenggarakan oleh Nanotech Indonesia sebagai inisiasi pengembangan nanoteknologi di Badan Litbang Pertanian.
Ketua MNI menyampaikan presentasi Status Terkini dan Trend Penerapan Nanoteknologi di Sektor Pertanian. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan nanoteknologi, kondisi terkini pengembangan nanoteknologi di Indonesia beserta peluang dan tantangannya, produk pangan dan pertanian berbasis nanoteknologi yang sudah beredar di Indonesia, serta pemanfaatan nanoteknologi berbasis sumber daya alam pertanian. Pengembangan produk nano berbasis pertanian memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan produk lain (contoh: produk elektronik). Produk nano-pertanian memberikan nilai tambah produk pertanian dan meningkatkan daya saing bangsa karena Indonesia memiliki sumber daya alam pertanian yang melimpah dan tidak banyak dimiliki oleh negara lain.
Kepala Badan Litbang Pertanian menyampaikan arahan agar pengembangan nanoteknologi untuk pangan dan pertanian tetap mengacu pada 4 target sukses pembangunan pertanian, yaitu swasembada berkelanjutan, diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, serta peningkatan kesejahteraan petani. Untuk itu diperlukan pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui program jangka pendek dan panjang. Dalam jangka pendek, UK/UPT dapat mengirimkan penelitinya untuk mengikuti training dan short course nanoteknologi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Untuk jangka panjang, UK/UPT dapat mengirimkan para peneliti terutama peneliti muda untuk sekolah S2/S3 bidang nanoteknologi pangan dan pertanian di dalam maupun di luar negeri (peneliti yang berstatus CPNS diperbolehkan untuk mengikuti program ini).
Tercatat dalam diskusi yang dipandu oleh Prof. Kusumo Diwyanto, bahwa UK/UPT Lingkup Badan Litbang Pertanian sebagian besar sudah mulai mengembangkan penelitian dengan pendekatan nanoteknologi, namun fasilitas dan peralatan yang dimiliki belum memadai. Beberapa penelitian yang mulai dikembangkan diantaranya adalah pupuk cair dengan partikel nano, pupuk slow release dengan coating polimer nano, vaksin nanoemulsi untuk aplikasi spray, mikro/nanoemulsi medium chain trigliserida, nanoemulsi pewarna, membran mikrofiltrasi dan lainnya. Beberapa peserta menyampaikan concern-nya terhadap safety issues partikel nano bagi kesehatan dan lingkungan. 
MNI menyambut baik apa yang telah dilakukan UK/UPT Badan Litbang Pertanian dalam merintis penerapan nanoteknologi sebagai salah satu pendekatan dalam penyelesaian masalah bidang pangan dan pertanian. MNI siap memberikan dukungan fasilitas/peralatan penelitian melalui kerangka kerja sama. Hal-hal yang berhubungan dengan aspek keamanan partikel nano terhadap kesehatan dan lingkungan dipertimbangkan dengan mengacu pada standar yang diterapkan pada komponen dalam bentuk makronya (Contoh: SNI kemasan tidak memperbolehkan adanya bahan-bahan berbahaya dalam komponen penyusun kemasan).
Kepala Badan Litbang Pertanian menyatakan bahwa Badan Litbang Pertanian akan go for nanotechnology untuk pangan dan pertanian dan mengharapkan dukungan MNI dalam pengembangan laboratorium dan sumber daya manusianya. Badan Litbang Pertanian akan menciptakan image baru (new brand) untuk istilah ‘litbang’ dimana aspek ‘penelitian’ akan didekati dengan istilah science based activities, dan aspek ‘pengembangan’ diistilahkan sebagai impact based activities. Kedua aspek tersebut akan diperkuat secara bersamaan sehingga Badan Litbang Pertanian akan menghasilkan publikasi ilmiah dan produk hasil penelitian sebagai salah satu bentuk recognition-nya.
Acara diakhiri dengan penandatanganan Naskah Kesepakatan Kerja Sama antara BB-Pascapanen (sebagai koordinator pengembangan nanoteknologi di Badan Litbang Pertanian) dengan MNI. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BB-Pascapanen, Ketua MNI dan Kepala Badan Litbang Pertanian. Lingkup kerja sama tersebut adalah kegiatan penelitian dan pengembangan, pengembangan sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan penguasaan iptek, pengembangan laboratorium dan sarana pendukungnya serta pengembangan networkkerja sama dengan sesama pelaku pengembangan nanoteknologi dan industri. Kerja sama direncanakan akan dilaksanakan selama 3 tahun.


PENGENALAN TENTANG BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PASCA PANEN PERTANIAN BOGOR


Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian yang beralamatkan di Jl. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16111 - Jawa Barat ini dikepalai oleh Bapak Ir. Rudy Tjahjohutomo, MT.


Adapun tugas pokok balai adalah :
·         Melaksanakan penelitian dan pengembangan teknologi pascapanen pertanian.

Dan memiliki fungsi yaitu :
·         penyusunan program dan evaluasi litbang pascapanen;
·         Pelaksanaan penelitian identifkasi dan karakterisasi sifat fungsional dan mutu hasil pertanian;
·         pelaksanaan penelitian pengolahan hasil, perbaikan mutu, pemanfaatan limbah, dan pengembangan produk baru;
·         pelaksanaan penelitian teknologi proses fisik, kimia dan biologi hasil pertanian;
·         pelaksanaan penelitian sistem mutu dan keamanan pangan hasil pertanian;
·         Pelaksanaan pengembangan sistem informasi teknologi pascapanen pertanian;
·         pelaksanaan pengembangan komponen teknologi sistem dan usaha agribisnis bidang pascapanen pertanian;
·         pelaksanaan kerjasama dan pendayagunaan hasil penelitian pascapanen pertanian.

lihat selengkapnya


     BB-pascapanen memiliki sejarah, diawali padabulan Oktober 2000, muncul gagasan yang dikemukakan oleh Menteri Pertanian saat itu, Bapak Bungaran Saragih bahwa sudah saatnya Departemen Pertanian memiliki institusi penelitian yang menangani bidang pascapanen untuk meningkatkan nilai tambah produk pertania. Gagasan tersebut kemudian bergulir dan ditindaklanjuti oleh pucuk pimpinan Badan Litbang Pertanian.

    Didasari oleh keinginan yang kuat untuk mendukung pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, maka Badan Litbang Pertanian No. Kp. 440.010101.39, tanggal 23 Januari 2001 dengan tugas menyiapkan berdirinya institusi litbang pascapanen. Pentingnya Litbang Pascapanen sebenarnya sudah didambakan sejak lama, dan pernah lahir dalam bentuk Proyek Penelitian Pascapanen Pertanian pada tahun 1985-1990.

   Dalam setahun keegiatan Pokja, lahir Balai Penelitian Pascapanen Pertanian (Balitpasca) dengan dasar hukum Kepmen No. 76/Kpts/T.201/1/2002 tanggal 29 Januari 2002, sebagai institusi eselon III, dan berdomisili di Jakarta, tepatnya Jl. Ragunan 29A, Pasarminggu, Jakarta Selatan. Tugas pokok yang dibebankan kepada Balitpasca adalah melaksanakan kegiatan penelitian bidang pascapanen pertanian. Balitpasca didukung oleh para peneliti dan tenaga administrasi yang berasal dari beberapa institusi lingkup Badan Litbang Pertanian.





Jumat, 27 April 2012

Bahan Kimia Dalam Makanan yang Berbahaya

Sering tidak kita sadari bahwa dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari ternyata mengandung zat-zat kimia yang bersifat racun, baik itu sebagai pewarna, penyedap rasa dan dan bahan campuran lain. Zat-zat kimia ini berpengaruh terhadap tubuh kita dalam level sel, sehingga kebanyakan kita akan mengetahui dampaknya dalam waktu yang lama.
Dampak negatif yang bisa terjadi adalah dapat memicu kanker, kelainan genetik, cacat bawaan ketika lahir, dan lain-lain.
Tidak ada cara untuk menghindar 100% dari bahan-bahan kimia itu dalam kehidupan kita sehari-hari, yang perlu kita lakukan adalah meminimalkan penggunaannya sehingga tidak melewati ambang batas yang disarankan. Karena selain banyak tersedia di pasaran, bahan-bahan tersebut juga harganya yang relatif sangat murah.
Berikut adalah contoh bahan-bahan yang bersifat racun yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari :
1. Sakarin (Saccharin)
Sakarin adalah bubuk kristal putih, tidak berbau dan sangat manis, kira-kira 550 kali lebih manis dari pada gula biasa. Oleh karena itu ia sangat populer dipakai sebagai bahan pengganti gula.
Tikus-tikus percobaan yang diberi makan 5% sakarin selama lebih dari 2 tahun, menunjukkan kanker mukosa kandung kemih (dosisnya kira-kira setara 175 gram sakarin sehari untuk orang dewasa seumur hidup).
Sekalipun hasil penelitian ini masih kontroversial, namun kebanyakan para epidemiolog dan peneliti berpendapat, sakarin memang meningkatkan derajat kejadian kanker kandung kemih pada manusia kira-kira 60% lebih tinggi pada para pemakai, khususnya pada kaum laki-laki. 
Food and Drug Administation (FDA) Amerika menganjurkan untuk membatasi penggunaan sakarin hanya bagi para penderita kencing manis dan obesitas. Dosisnya agar tidak melampaui 1 gram setiap harinya.'
2. Siklamat (Cyclamate)
Siklamat adalah bubuk kristal putih, tidak berbau dan kira-kira 30 kali lebih mains dari pada gula tebu (dengan kadar siklamat kira-kira 0,17%). Bilamana kadar larutan dinaikkan sampai dengan 0,5%, maka akan terasa getir dan pahit.
Siklamat dengan kadar 200 mg per ml dalam medium biakan sel leukosit dan monolayer manusia (in vitro) dapat mengakibatkan kromosom sel-sel tersebut pecah. Tetapi hewan percobaan yang diberi sikiamat dalam jangka lama tidak menunjukkan pertumbuhan ganda.
Di Inggris penggunaan siklamat untuk makanan dan minuman sudah dilarang, demikian pula di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat.
3. Nitrosamin
Sodium nitrit adalah bahan kristal yang tak berwama atau sedikit semu kuning. Ia dapat berbentuk sebagai bubuk, butir-butir atau bongkahan dan tidak berbau. Garam ini sangat digemari, antara lain untuk mempertahankan warna asli daging serta memberikan aroma yang khas seperti sosis, keju, kornet, dendeng, ham, dan lain-lain.
Untuk pembuatan keju dianjurkan supaya kandungan sodium nitrit tidak melampaui 50 ppm, sedangkan untuk bahan pengawet daging dan pemberi aroma yang khas bervariasi antara 150 – 500 ppm.
Sodium nitrit adalah precursor dari nitrosamines, dan nitrosammes sudah dibuktikan bersifat karsinogenik pada berbagai jenis hewan percobaan. Oleh karena itu, pemakaian sodium nitrit harus hati-hati dan tidak boleh melampaui 500 ppm.
Makanan bayi sama sekali dilarang mengandung sodium nitrit.
4. Zat Pewarna Sintetis
Dari hasil pengamatan di pasar-pasar ditemukan 5 zat pewarna sintetis yang paling banyak digemari di Indonesia adalah warna merah, kuning, jingga, hijau dan coklat. 
Dua dari lima zat pewarna tersebut, yaitu merah dan kuning adalah Rhodamine-B dan metanil yellow. Kedua zat pewarna ini termasuk golongan zat pewarna industri untuk mewarnai kertas, tekstil, cat, kulit dsb. dan bukan untuk makanan dan minuman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kedua zat warna tersebut kepada tikus dan mencit mengakibatkan limfoma.
Selain itu, boraks, juga merupakan zat pewarna favorit yang sering digunakan oleh produsen makanan.
5. Monosodium Glutamat (MSG) 
Monosodium glutamat (MSG) atau vetsin adalah penyedap masakan dan sangat populer di kalangan para ibu rumahtangga, warung nasi dan rumah makan. Hampir setiap jenis makanan masa kini dari mulai camilan untuk anak-anak seperti chiki dan sejenisnya, mie bakso, masakan cina sampai makanan tradisional sayur asam, lodeh dan bahkan sebagian masakan padang sudah dibubuhi MSG atau vetsin.
Pada hewaan percobaan, MSG dapat menyebabkan degenerasi dan nekrosi sel-sel neuron, degenerasi dan nekrosis sel-sel syaraf lapisan dalam retina, menyebabkan mutasi sel, mengakibatkan kanker kolon dan hati, kanker ginjal, kanker otak dan merusak jaringan lemak.
Bahaya di Masa Mendatang
Dari beberapa contoh bahan kimia beracun yang sehari-hari dipergunakan sebagai zat tambahan dalam makanan dan dipakai secara meluas di kalangan masyarakat, maka bahaya dalam jangka panjang sudah dapat perkirakan. Untuk mencegah hal ini, pemerintah harus sudah berani melakukan tindakan preventif mulai sekarang dan jangan menunggu-nunggu kalau sudah ada korban.
Hal lain yang perlu diingatkan, cara pemakaian MSG atau vetsin yang sudah sangat meluas dan berlebihan pada saat ini perlu mendapat perhatian khusus, karena MSG sangat mutagenik dan karsinogenik, khusus terhadap hati, kolon, ginjal, otak dan lain-lain.
 

Jumat, 10 Februari 2012

MEMBRAN SEL

Membran sel merupakan bagian terluar sel yang membatasi bagian dalam sel dengan lingkungan luar. Membran sel merupakan selaput selektif permeabel, artinya hanya dapat dilalui molekul-molekul tertentu seperti glukosa, asam amino, gliserol, dan berbagai ion.
Fungsi Membran Sel adalah sebagai berikut.
1) Sebagai reseptor (penerima) rangsang dari luar, seperti hormon dan bahan kimia lain, baik dari lingkungan luar maupun dari bagian lain dalam organisme itu sendiri.
2) Melindungi agar isi sel tidak keluar meninggalkan sel.
3) Mengontrol zat-zat yang boleh masuk maupun keluar meninggalkan sel. Hal inilah yang menyebabkan membran plasma bersifat semipermeabel (selektif permeabel).
4) Sebagai tempat terjadinya kegiatan biokimiawi, seperti reaksi oksidasi dan respirasi.
Berdasarkan analisis kimiawi dapat diketahui bahwa hampir seluruh membran sel terdiri atas lapisan protein dan lapisan lipid (lipoprotein). Membran plasma terdiri atas dua lapisan, yaitu berupa lapisan lipid rangkap dua (lipid bilayer). Lapisan lipid disusun oleh fosfolipid. Fosfolipid adalah lipid yang mengandung gugus fosfat dan terdiri atas bagian kepala (polar head) dan bagian ekor (nonpolar tail). Bagian kepala bersifat hidrofilik (suka air), sedangkan bagian ekorbersifat hidrofobik (tidak suka air). Lipid terdiri atas fosfolipid, glikolipid, dan sterol.
1) Fosfolipid, yaitu lipid yang mengandung gugusan fosfat.
2) Glikolipid, yaitu lipid yang mengandung karbohidrat.
3) Sterol, yaitu lipid alkohol terutama kolesterol.
Lapisan protein membran sel terdiri atas glikoprotein. Lapisan protein membentuk dua macam lapisan, yaitu lapisan protein perifer atau ekstrinsik dan lapisan protein integral atau intrinsik. Lapisan protein perifer membungkus bagian kepala (polar head) lipid rangkap dua bagian luar. Lapisan protein integral membungkus bagian kepala (polar head) lipid rangkap dua bagian dalam.



Selubung Mielin adalah lapisan phospholipid yang mengelilingi akson pada banyak neuron. Sel Schwann mengsuplai mielin untuk neuron periferal, dimana oligodendrosit mengsuplai ke sistem saraf pusat. Mielin merupakan karakteristik dari vertebrata (gnathostome), tetapi juga diangkat oleh evolusi pararel beberapa invertebrata. Mielin ditemukan oleh Louis-Antoine Ranvier pada tahun 1878.

Translate

Pengikut