Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 27 Januari 2012


Bisa Ular
Apa itu bisa ular? Apa yang akan terjadi apabila salah satu jenis dari reptile berbisa itu menggigit bagian tubuh kita? Dan apa yang sebaiknya kita lakukan jika kita terkena bisa ular?
Racun ular atau yang sering kita sebut juga dengan bisa ular/venom ini sangat berperan dalam kehidupan sebagian besar ular yang hidup di bumi ini (ular-ular dengan tubuh yang besar seperti piton lebih terkenal mematikan oleh lilitannya dibandingkan dengan racunnya. Piton dapat melilit dan memangsa mangsanya sampai sebesar kerbau.). Racun ular merupakan komponen tubuh ular yang berfungsi sebagai sistim senjata dan beladiri yang efektif dan efesien, selain itu juga dapat berguna untuk melumpuhkan mangsa yang akan dijadikan bahan makanan. Racun ular terdiri atas bahan kimia dan enzim, yang 90% terdiri dari protein.
Berdasarkan sifatnya pada tubuh mangsa, bisa ular dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu :
a.       Hematoksik
Adalah bisa ular yang bersifat racun pada darah. Yaitu jenis racun yang menyerang sistem sirkulasi darah dalam tubuh, terdapat pula enzim pemecah protein (proteolytic). Akibatnya sel-sel darah akan rusak dan penggumpalan darah akan terjadi. Reaksi racun sangat cepat seiring dengan pembengkakan di daerah sekitar luka gigitan, beberapa menit saja korban akan merasakan sakit yang dan terasa panas yang luar biasa. Hal ini tidak seperti jenis racun neurotoksin yang tidak terasa sakit sama sekali. Toksisitasnya sama dengan AsH3. Ular jenis ini memiliki taring yang panjang dan memiliki lubang disebut solenoglypha. Sifat ini biasanya ada pada jenis ular cobra, ular hijau, ular tanah.
b.      Neurotoksik
Adalah bisa ular yang bersifat racun pada saraf. Racun jenis ini melumpuhkan sistem pernafasan dan merusak otak korbannya yang menyebabkan kematian. Jenis racun ini tidak menimbulkan rasa sakit pada gigitannya sehingga seringkali korban tidak mengetahui bahwa telah tergigit.
 Ular jenis ini memiliki taring yang pendek,tidak ada lubangnya tetapi ada semacam saluran yang tertutup disebut proteroglypha. Sifat ini biasanya ada pada jenis ular weling,ular laut,dan ular cobra.
c.       Sitotoksik
Adalah bisa ular yang hanya bekerja pada lokasi gigitan.
Sampai saat ini dikenal sekitar 20 jenis enzim yang beracun. Umumnya ular berbisa memiliki 6 sampai 12 jenis enzim dalam bisanya. Masing masing berfungsi khusus, misalnya untuk mencerna mangsa, sedangkan enzim yang lain untuk melumpuhkan mangsa.
Beberapa Jenis enzim yang dimiliki ular berbisa:
1. Cholinesterase : Neurotoksin dan dapat melumpuhkan mangsa
2. Amino Acid Oxidase : Berfungsi mencerna mangsa dan memicu peran enzim lainnya.
3. Hyaluronidase : Berfungsi untuk mempermudah penyerapan enzim lain kejaringan korban.
4. Proteinase: Berfungsi untuk mencerna, mengahancurkan jaringan tubuh korban.
5. Adenosin Triphospatase : Diduga neurotoksin yang bekerja sentral dan menyebabkan korban mengalami syok dan melumpuhkan mangsa.
6. Phospodiesterase : Bekerja dengan cara mengganggu fungsi jantung dan menurunkan tekanan darah dengan cepat.
Tidak semua ular berbisa menginjeksikan bisa pada korbannya. Orang yang digigit ular meskipun tidak ada bisa yang diinjeksikan ke tubuhnya dapat menjadi panik, nafas menjai cepat, tangan dan kaki menjadi kaku, dan kepala menjadi pening. Gejala dan tanda-tanda gigitan ular akan bervariasi sesuai spesies ular yang mengigit dan banyaknya bisa yang diinjeksikan pada korban. Gejala dan tanda-tanda tersebut antara lain adalah tanda gigitan taring (fang marks), nyeri local, memar, pembengkakan kelenjar getah bening, radang, melepuh, infeksi local, dan nekrosis jaringan (terutama akibat gigitan ular dari family Viperidae).
Korban gigitan ular terutama adalah petani, pekerja perkebunan, nelayan, pawang ular, pemburu, dan penangkap ular. Kebanyakan gigitan ular terjadi ketika orang tidak mengenakan alas kaki atau hanya memakai sandal dan menginjak ular secara tidak sengaja. Gigitan ular juga dapat terjadi pada penghuni rumah, ketika ular memasuki rumah untuk mencari mangsa berupa ular lain, cicak, katak, atau tikus.
Bagaimana Mengenali Ular Berbisa?
Tidak ada cara sederhana untuk mengidentifikasi ular berbisa. Beberapa spesies ular tidak berbisa dapat tampak menyerupai ular berbisa. Namun, beberapa ular berbisa dapat dikenali melalui ukuran, bentuk, warna, kebiasaan dan suara yang dikeluarkan saat merasa terancam. Beberapa ciri ular berbisa adalah bentuk kepala segitiga, ukuran gigi taring kecil, dan pada luka bekas gigitan terdapat bekas taring.

1.Black mamba



Black mamba adalah ular paling berbisa di afrika .The Black Mamba (Dendroaspis polypelis) Ular ini hidup di wilayah negara Somalia dan Kenya sebelah utara, dan merupakan ular paling beracun dan paling ditakuti di Afrika. Ular ini terkenal akan keagresifannya (menyerang pengganggu) jika merasa terganggu, sementara ular berbisa lain cenderung bertahan jika diganggu. Jika diganggu, mamba tidak segan untuk menyerang dengan tikaman yang mematikan. Mamba hitam adalah ular beracun terbesar di Afrika dan terpanjang kedua di dunia. Mamba hitam dewasa memiliki panjang rata-rata 2,5 meter, dan mampu tumbuh hingga panjang maksimal 4,5 meter. Black mamba diketahui sebagai ular tercepat di dunia, dengan kecepatan hingga 19,5 km/jam atau sekitar 5,4 meter perdetik. Satu kali gigitan mamba menyuntikkan racun yang sanggup membunuh 10 pria dewasa. mamba hitam adalah ular paling beracun di Afrika. dengan dosis 0,25 – 0,32 mg/kg, 10 kali lebih beracun daripada ular viper dan menyaingi racun dari king cobra asia. Racun dari mamba hitam mengandung neurotoxin (racun pelumpuh syaraf yang bisa menghentikan kerja otak dan saraf tulang belakang, dalam dosis besar akan menghentikan kerja jantung, paru-paru dan getah bening). Sekali gigitan mengirimkan 100-120 mg racun, bahkan hingga 200 mg, sementara 20 mg neurotoxin berarti kematian bagi seorang laki-laki dewasa. Tergantung gigitannya, kematian bisa datang sekitar 15-30 menit, kadang hingga 120-180 menit korban masih bisa tertolong. 

2.King Kobra


Ular ini adalah ular berbisa terpanjang di dunia. Panjang optimalnya hingga 6 meter dengan diameter badan mencapai 10 cm !! Saat waspada dan marah mampu berdiri dengan tubuhnya setinggi 1/3 panjang tubuh normalnya, bahkan lebih. Pada saat marah, tingkah laku ular ini sangat agresif. Tanpa takut sedikit pun akan menyerang siapa saja yang menurut si ular menjadi ancaman. Jangankan menginjak, menyentuh badan atau ekornya sedikit aja akan ditanggapi dengan serangan langsung seketika.King Kobra TIDAK bisa menyemburkan bisa/racun.Jangka hidup rata-rata ular ini 20 tahun.
Di Indonesia King Kobra memiliki ciri umum berwarna hitam atau coklat tua. berbisa/racun berjenis haemotoxcin dan neurotoxcin dalam satu paket. Sebuah kombinasi racun yang sangat mematikan dan sulit dibendung saat merusak tubuh korban gigitannya. Menurut catatan kasus gigitan ular king kobra, kekuatan racunnya dapat membunuh gajah dewasa dalam waktu 2 jam dan mampu membunuh manusia sekitar 10 – 15 menit saja. Manusia yang terkena ggitan king kobra jika tidak ditangani dengan cepat akan mengakibatkan kematian atau cacat tetap.

3.Russels Viper



Spesies ini dinamai Russells Viper untuk menghormati Patrick Russell (1726-1805),seorang Skotlandia herpetologis sebagai perintis. Ular ini tumbuh dengan panjang maksimum 166 cm (5,5 kaki) dan rata-rata sekitar 120 cm (4 ft) pada populasi daratan Asia. Ketika terancam mereka membentuk serangkaian S-loop, meningkatkan ketiga pertama dari tubuh dan menghasilkan desis yang seharusnya lebih keras daripada setiap ular lainnya. Jumlah racun yang dihasilkan oleh spesimen individu cukup besar. Dilaporkan hasil racun untuk spesimen dewasa berkisar 130-250 mg sampai 150-250 mg sampai 21-268 mg. Untuk 13 remaja dengan panjang rata-rata 79 cm, racun hasil rata-rata adalah 8-79 mg (rata-rata 45 mg). Envenomation gejala dimulai dengan rasa sakit di lokasi menggigit, segera diikuti dengan pembengkakan ekstremitas yang terkena. Pendarahan adalah gejala yang umum, terutama dari gusi dan dalam air seni, dan dahak dapat menunjukkan tanda-tanda darah dalam waktu 20 menit pasca-menggigit.

4.Hydrophis Belcheri



Racunnya paling mematikan dari semua jenis ular, 100 kali lebih mematikan dari Taipan.

5.Indian Krait



Indian Krait Termasuk yang paling berbisa, sisik vertebral membesar heksagonal dan ada palang-palang putih sempit di bagian belakang. Lehernya adalah tidak jelas dan secara kasat mata berwarna hitam. Tubuhnya panjang dan silindris dan ekornya panjang. Ular ini hitam berkilau atau kebiru-biruan di bagian atas dengan pasangan palang-palang putih sempit tidak jelas atau tidak ada anterior. Racunnya 16 kali lebih efektif dari racun kobra, kebanyakan ditemukan di India, Srilanka dan Pakistan.


6.Olive Sea Snake


Dengan sekali gigit racunnya cukup untuk membunuh 60 orang. Daerah penyebarannya meliputi indopasifik, yakni sekitar Australia dan South East Asia.


7.Fierce Snake


Fierce Snake yang hidup di Australia mampu membunuh 100 orang atau 250.000 tikus hanya dengan bisanya yang 11 omg. Bisa nya yang 11 omg bisa untuk membunuh 100 orang atau 250.000 tikus.
Kalau dibandingkan, bisa ular paling mematikan di dunia ini sama dengan 750 kali ular kobra.
Wujud Fierce Snake, bisa dibilang unik. Dia bisa berubah warna. Saat musim dingin, warna kulitnya akan berubah menjadi coklat dan lebih gelap. Nah, saat musim panas, warnanya akan jadi lebih terang, agak kekuning-kuningan.
Panjang tubuh Fierce Snake rata-rata sekitar 1,8 meter (5,9 kaki). Untuk yang ukuran dewasa lebih besar lagi dan dapat mencapai panjang 2,5 meter (8,2 kaki).

Salah satu ular paling berbisa di dunia. Biasanya jenis racun ini dimiliki oleh jenis ular cobra atau kalajengking jenis tertentu, sungguh mematikan. Salah satu dampak lain kalaupun korban gigitan terselamatkan maka bisa dipastikan bagian yang tergigit bakal cacat dalam waktu yang sangat singkat.

Langkah-Langkah P3K Akibat Gigitan Ular
1.       Jangan panik !!
2.       Jangan biarkan tubuh terlalu banyak bergerak apalagi menggerakan bagian tubuh yang kena gigitan ular.
3.       Sedapat mungkin mengidentifikasi jenis ular yang menggigit, kalau tahu nama sebenarnya akan jauh lebih membantu, kalaupun tidak jangan dipaksakan mengejar ular tersebut.
4.       Janan ditoreh atau dilukai maupun dirobek.
5.       Kalau masih memungkinkan segera setelah terkena gigitan bagian tubuh yang terkena gigitan dihisap kuat dengan alat-alat tertentu seperti “ekstraktor” asalkan tidak melukai, dan jangan mencoba menghisap dengan mulut,hal ini berbahaya karena bisa saja racun justru akan terhisap dan masuk ke dalam mulut.
6.       Bersihkan bagian tubuh yang terkena gigitan dengan antiseptic untukk menghindari infeksi, karena dalam beberapa kasus, bahaya infeksi justru jauh lebih berbahaya dari racun ular itu sendiri.
7.       Ikat atau balut di atas dan di bawah bagian tubuh yang terkena gigitan dengan perban, tetapi jangan terlalu kencang untuk memperlambat peredaran darah tetapi tetap bisa mensuplai darah.
8.       Kemudian setelah itu harus sgera dibawa ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk memperoleh pertolongan lebih lanjut.
Racun ular sangat berbahaya,memicu manusia untuk membuat penangkalnya. Penangkal racun ular yang disebut dengan antiracun atau antivenin dihasilkan dengan metode ‘Horse Serum (Serum Kuda)’.
Horse Serum : Racun ular disuntikkan kedalam tubuh kuda, secara berlahan akan terbentuk anti bodi terhadap racun ular tersebut. Serum dipisahkan dari darah kuda.
Namun sepertiga penerima serum kuda mengalami reaksi alergi.Oleh karena itu perlu prosedur standard untuk menuji kepekaan serum sebelum diberikan kepada penderita gigitan ular.
Selain untuk memproduksi antivenin, bisa ular ternyata dapat digunakan untuk bidang kesehatan dan kedokteran lain, seperti :
1.Racun Ular Copperhead : Mengobati penderita kanker payudara.
2. Racun Malayan Pit Viper: Dimanfaatka untuk mencegah pembekuan darah, mungkin bermanfaat untuk penderita sroke.
3. Enzim racun Kobra: sedang diteliti untuk mencegar penyakit Parkinzon, Alzeimer, serta leukemia dan kanker.
4. Racun Ular Viper: Diduga dapat mengatasi osteoporosis dan memperkecil tumor tertentu.
5. Beberapa jenis ekstrak bisa ular digunakan untuk antikoagulan, penyakit, mengobati penyakit jantung atau darah tinggi.

Translate

Pengikut